IMG_20190225_075847

Tulisan mang Gamal Afghani Salman: https://m.detik.com/finance/infrastruktur/d-4475519/bandung-bandara-kertajati-cirebon-bakal-tersambung-kereta? Lewat Cipaku gak nih, mang @⁨Asep Kabayan⁩ ?

Jawaban Mang Asep Kabayan: Disediakan utk Cipaku tepatnya, semesta mengarahkannya kesana. Pertama FS Kertajati dan Jatigede itu tidak layak tapi dibuat layak atas kehendak semesta agar terjadi. Mengapa begitu karena Jatigede Kertajati, Jati = Awal, Gede Besar, Awal Besar Zaman Kerta, Zaman Emas Nusantara. Dimana nanti Jakarta Tinggal Carita, Bandung Kari Tunggul Na, Terakhir Cimanuk Marigi Deui, Jatigede Sirungan Deui, Cipaku Tembong Deui. Ketika Jakarta Tenggelam, Bandung hanya menyisakan jejak, maka Ketika Jatigede sesuai Uga nya Jebol maka ada 6000 Ha tanah milik negara yang siap digunakan nanti untuk tempat pengganti Ibukota Negara. Maka dimulailah Zaman Baru, Indonesia Adil dan Makmur, Nusa Jaya Jaya Deui, Hade Deui Sakabehna, Nusantara Jaya lagi, Baik Lagi Semuanya.

Mudah2an generasi kita masih bisa menyaksikan.

Semuanya sudah disiapkan, awalnya rancangan pengganti Ibukota disiapkan di Meikarta tapi kan Semesta ngak mendukung, bandara ingin dibangun di Karawang, tapi juga semesta ngak mendukung. Malah di Kertajati semua juga tahu dan bahkan ahli bandara pun menertawakan FS yang dibuat. Namun semua sudah dalam ketetapan-Nya. Kun fa ya kun.

#PanjiHitam #CindeWulung #SelendangHitam #TajiMalela #TajaliMalela Taj = Mahkota, Malela = Harum, Wangi, Mempesona #SuMedangLarang Su artinya baik, medang artinya lapang, larang artinya tiada bandingannya, Kebaikan yang lapang tiada bandingannya. Mahkota yang harum mewangi mempesona, sudah dipajang2 menjadi tugu selamat datang di Kota Sumedang. Mahkota Galuh Pakuan Pajajaran Majapahit.

Ngak ada yang tahu bahwa diakhir kehancuran Majapahit, Brawijaya mengutus wakilnya yaitu Ibu Dewi Candra Wulan, Ibunya Sunan Ampel, istrinya Sunan Gresik ke Sumedang Larang tepatnya di Bangbayang bertemu dengan Prabu Siliwangi terakhir yaitu Prabu Suryakancana di Bangbayang Sumedang. Keduanya bersepakat bahwa Majapahit dan Pajajaran sebagai keduanya penerus Galuh Pakuan akan bersatu kembali di Sumedang. Maka Pajajaran mengirimkan Mahkota dan 4 panglimanya ke Sumedang dimana rajanya adalah Prabu Geusan Ulun dan Majapahit mengirimkan Putri Keturunan Pajang, Demak, dan Madura yaitu Ratu Harisbaya yg memiliki darah Majapahit ke Sumedang Larang. Meskipun sebelumnya Ratu Harisbaya sudah menjadi Selir Raja Cirebon, karena diharapkan tadinya bersatunya di Cirebon namun ternyata kehendak Illahiah mengantarkan Ratu Harisbaya pembawa trah Majapahit ke Sumedang Larang. Pajajaran dan Majapahit bersatu di Sumedang Larang dan menurut Ramalan Sabdapalon, 2018 tahun lalu adalah tepat 500 tahun kelahiran kembali Sabdapalon, yang akan kembali membimbing Nusantara meraih pencapaian terbaiknya, dimulai dari Jatigede Kertajati, oleh karenanya Jatigede dikebut selesai, Kertajati pun sudah jadi 2018. Sekarang tinggal mengikuti prosesnya aja.

Salah satu keturunan Prabu Geusan Ulun dan Ratu Harisbaya bisa kita lihat sekarang mendadak menjadi Cawapresnya Jokowi, yaitu Kyai MA. Kun fa ya kun, kehendak Semesta mengantarkan Kyai MA menjadi Cawapres, semua tidak ada yang menprediksikan, karena maunya Jokowi mah Mahfud MD, namun kehendak semesta tiba2 Kyai MA yg terpilih, sosok pemersatu yang bisa menyatukan Pajajaran, Majapahit, di Sumedang Larang. Menurut beberapa peneliti Nasab, Prabu Geusan Ulun memiliki DNA Rasulullah SAW dari Bapak, dan DNA Nusantara Siliwangi Galuh Pakuan dari Ibu. Ratu Harisbaya ini memiliki Trah Majapahit, Demak, Pajang, Madura, nyambung juga ke DNA Rasul, dan juga ke Siti Keturah istri ketiga Nabi Ibrahim AS.

Oleh karenanya Geusan Ulun dan Harisbaya sengaja dikawinkan/ disatukan oleh Ibu Dewi Candrawulan yang mewakili Majapahit serta Demak dan Prabu Siliwangi terakhir Prabu Suryakancana yg mewakili Sunda Galuh Pakuan Pajajaran di Sumedang Larang.

Advertisements