img_20190112_065358_029

Pada Akhirnya Uga Ngawaruga, Uga Jatigede Kabuyutan Cipaku pun terjadi, kata Uwa Mamang waktu Mamang memperoleh Buk Cipaku, Pantun Buhun Cipaku, Cahaya Pakuning Alam, beberapa tanda bahwa Jatigede Kertajati, Jati = Awal, Gede = Besar, Kerta = Zaman Emas, Awal Besar Zaman Emas, proses berakhirnya Zaman Besi, Zaman Keburukan, Zaman Kaliyuga kembali ke Zaman Kerta, Zaman Satya, Zaman Emas maka akan ditandai salah satunya adalah Eluk Terus Perang Terus, Eluk = Penyakit karena virus yang bermunculan, dan Perang yang tak pernah berkesudahan, bahkan perangnya adalah perang Mahabarata Barata Yuda, Perang Saudara, perang antar sahabat, antar teman, sebagaimana Kurawa dan Pandawa yang merupakan satu keluarga semua bertikai untuk berebut kekuasaan, dan kemudian berperang di padang kurusetra.

Dari sejak Pilpres 2014 Perang Kesadaran akibat pilpres, mulai bergema, lalu kemudian semakin panas ketika Pilgub DKI terjadi, dan Pilpres 2019 ini menjadi puncaknya dua pasangan, dua kubu saling meruncing menjadi Cebong vs Kampret, bahkan kaum intelektual, cendikiawan, dan agamawan pun terlibat dalam peperangan ini, sama persis seperti Mahabarata, Para Resi pun ikut berperang tidak hanya para Ksatria, saat ini kita tidak heran kalau Profesor aja ikut2an dalam peperangan ini, ada yang ikutan nyebar hoax, dll. Pola Spirit, Pola Kesadaran dari awal sampai akhir zaman selalu sama, dalam ilmu Cipaku manusia terdiri antara jasad dan isi, jasad bisa berubah2 seperti kedok namun isinya sama, itu itu juga, dalam bahasa Sunda disebut, “di nu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampeureun jaga”, yg bersemayam dari dulu, sekarang, yang akan datang sama isinya.

img-20190111-wa0050

Namun tentu dibalik musibah selalu ada berkah #DialektikaParadoksal Akhir merupakan Awal, Kehancuran akibat peperangan menjadi awal bangkitnya kesadaran untuk memulai Zaman Baru, Zaman Penuh Kesadaran, Eling dan Waspada, contohnya Jepang dan Jerman, walau negaranya luluh lantah hancur karena perang dunia ke-2 namun berkahnya mereka bisa mulai merintis berbenah diri, introspeksi diri, mengembangkan dirinya, dan sekarang menjadi negara maju. Mari kita sambut Zaman Baru, Zaman Emas Nusantara.

fb_img_1547044267128

Advertisements