IMG_20180720_131815

Menyikapi Beredarnya Plang Yang Dibuat Ditjen SDA Tentang Kegiatan Yang Dilarang di Area Genangan dan Sabuk Hijau Bendungan Jatigede, Komunitas Jatigede Kabuyutan Cipaku menyampaikan bahwa utk Beberapa Item seperti No. 2, 5, 6, dan 7 sepakat untuk dilarang yaitu membuat KJA, berenang dan mancing di areal yang berbahaya (dengan catatan di areal yang tidak berbahaya diperbolehkan, mohon ditindak lanjuti dengan signage/ plang yang menunjukan dimana saja area yang berbahaya), membuang sampah, dan menebang pohon, hal- hal di atas sangat baik untuk menjaga keselamatan, kebersihan, dan konservasi lingkungan hidup di sekitar Bendungan Jatigede.

Seiring dengan semangat dari Pemerintah Pusat Dalam Hal Ini Spirit Presiden Jokowi tentang Perhutanan Sosial, dimana beberapa area di sekitar hutan yang bukan merupakan areal konservasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat utk ditanami dan diberdayakan tentu dengan kaidah2 pendayagunaan lingkungan yang baik dan sustainable. Maka menimbang hal tersebut di atas untuk wilayah- wilayah yang bukan merupakan Areal Konservasi maka untuk Item No. 1, 3, dan 4 (mendirikan bangunan, menanam, dan berjualan) kami tidak setuju dengan Larangan Ditjen SDA di atas. Saat ini masyarakat sedang melakukan transformasi budaya dari pertanian ke pariwisata seiring dengan telah kehilangan sawah dan kebunnya yang merupakan sumber mata pencaharian masyarakat. Saat ini beberapa kelompok masyarakat telah membangun warung- warung kuliner dan berjualan di area pesisir Jatigede yang termasuk dalam kawasan Greenbelt/ Sabuk Hijau dan masyarakat juga di beberapa area untuk bertahan hidup melakukan penanaman dengan tanaman2 hortikultura.

Solusi untuk mengatasi masalah tersebut diatas menurut pertimbangan kami adalah Ditjen SDA dalam hal ini Pengelola Jatigede dapat merangkul kelompok2 masyarakat tersebut untuk bersinergi dalam menjaga areal greenbelt agar dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar yang terdampak oleh pembangunan Jatigede namun tidak merusak lingkungan hidup yang ada di areal greenbelt tsb. Untuk bangunan swadaya masyarakat yang dibangun bisa berupa bangunan semi permanen yang ramah lingkungan dan selaras dengan arsitektur khas Kabuyutan Cipaku. Bangunan yang dibangun harus berfungsi untuk sarana/ fasilitas untuk umum yang dapat menunjang kegiatan Pariwisata dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan tidak diperbolehkan untuk dimiliki secara pribadi. Pemerintah justru diharapkan dapat memberikan dorongan dan bantuan untuk menata Warung- warung Kuliner yang dibangun swadaya masyarakat agar memiliki daya tarik dan daya saing yang tinggi.

Khusus Untuk Areal Konservasi dan Situs Hutan Larangan Yang Disakralkan Oleh Para Leluhur Zaman Dahulu Seperti Hutan Larangan Astana Gede Kabuyutan Cipaku, Hutan Larangan Situs Megalitikum Gunung Surian, Hutan Larangan Situs Cisurat Darmaraja, dan Situs lainnya yang saat ini tidak tergenang hanya diperbolehkan menanam tanaman keras (diutamakan ditanam pohon Jati, Ki Hujan, dan pohon endemik khas Kabuyutan Cipaku Jatigede). Pohon – pohon yang ditanam tidak boleh ditebang dan harus dijaga kelestariannya agar hijau kembali seperti sediakala. Mohon dilengkapi dengan pembuatan Signage / Plang yang menunjukan bahwa areal tersebut merupakan Areal Larangan/ Konservasi dengan ketentuan- ketentuan dan semangat Konservasi yang mengikat.

Pikukuh Karuhun barang siapa merusak, merubah, dan mengganggu Situs Kabuyutan maka akan mendapatkan Tulahnya/ Karma Buruk. Berdasarkan pantauan kami telah berjatuhan korban yang dengan sengaja menebang pohon dan mengganggu areal Kabuyutan sudah Stroke dan Meninggal Dunia. Sehubungan dengan itu kami menghimbau agar kita semua dapat menjaga kelestarian dan keutuhan Situs- situs Kabuyutan yang ada di sekitar bendungan Jatigede terutama Situs Astana Gede Kabuyutan Cipaku. Demi keselamatan dan keamanan bersama, Kami pun menghimbau kepada Pemerintah terutama Ditjen SDA jangan sampai menggenangi Situs Astana Gede Cipaku karena akan berdampak luas tidak hanya bagi masyarakat di sekitar Jatigede, Indonesia, bahkan Dunia. Pikukuh Karuhun Cipaku, “Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya!, Kabuyutan Cipaku diganggu bencana sedunia!”, Kami berserah diri sepenuhnya kepada Sang Sutradara Alam Semesta bahwa kami telah memberikan peringatan sesuai Pikukuh Karuhun Kami.

Demikian kiranya pernyataan sikap kami, semoga Bendungan Jatigede dapat memberikan manfaat yang sebesar2-nya untuk Masyarakat khususnya yang terkena dampak Jatigede dan juga umumnya masyarakat Indonesia.

Wassalam,
Komunitas Jatigede
Kabuyutan Cipaku

Advertisements