Tags

, , , , , , , ,

IMG-20150719-WA0024
Berita Pikiran Rakyat hari ini, Antisipasi Rawan Pangan di Jatigede, Pemkab Sumedang Minta Bantuan Pemprov membuat kami merinding, http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/05/09/antisipasi-rawan-pangan-di-jatigede-pemkab-sumedang-minta-bantuan-pemprov. Pembangunan yang katanya mensejahterakan itu pada akhirnya meninggalkan Kerawanan Pangan untuk Masyarakat Jatigede yang terusir dari kampung halamannya, kehiilangan sawah dan mata pencahariannya, dari tadinya hidup berkecukupan kini menjadi pengemis meminta- minta bantuan pemerintah. Mungkin karena itulah Resi Guru Darmasiksa membuat Amanah Galunggung, “Barangsiapa yang tidak mampu menjaga Kabuyutannya maka lebih hina dari kulit musang yang dibuang ke tempat sampah”. Oleh sebab itulah Leluhur Kabuyutan Cipaku Darmaraja Sumedang dari dahulu menolak Penenggelaman Kabuyutan karena Kabuyutan adalah LEMAH CAI atau TANAH AIR atau IBU PERTIWI yang harus dijaga dan dilestarikan sampai titik darah penghabisan.
IMG-20150719-WA0023.jpg
 
Mungkin generasi kami lah yang kurang iman ini, kurang mampu menjaga dan melestarikan Lemah Cai Kabuyutan sehingga kami harus terusir dari Kampung Halaman kami yang subur makmur gemah ripah loh jinawi tidak pernah kurang sandang pangan dan papan, rumah kami luas, sawah kami cukup untuk menghidupi kami sekeluarga dan mengantarkan anak- anak kami ke sekolah. Hingga datang ujian itu, Ujian akan Katukuhan Kami menjaga Amanah Leluhur Kabuyutan Lemah Cai yang secara turun temurun dipesankan untuk selalu dijaga dan dilestarikan sampai ajal memisahkan kami. Namun apadaya kami lemah iman, Leuit kami tukar oleh duit, duit yang tidak mampu membawa kami kemana- mana, dan berakhir terusir dari Lemah Cai kami tentu karena murni kesalahan kami, tidak mampu menjaga amanah leluhur kami, menjaganya sampai mati.
IMG-20150719-WA0025
 

Jatigede, Jatidiri kami dan pada akhirnya kami harus gagal menghadapi ujian jatidiri kami sehingga pada akhirnya harus terusir dari kampung halaman kami sendiri dengan muka yang tertunduk malu karena diusir dengan cara paksa bukan karena kehendak sendiri pergi mencari jatidiri. Kini kami hanya bisa bersedih meratapi nasib yang sudah terjadi tidak mungkin diulangkembali. Saat ini kami pasrah barangkali Tuhan mau memaafkan kekhilafan kami yang tidak mampu menjaga Amanah Leluhur Kami. Kabuyutan yang dahulu kami hormati kini harus terhempas dan tenggelam murni karena kesalahan kami generasi yang lemah dan tidak berdaya menghadapi Ujian ini. Ujian dari Yang Maha Kuasa, Ujian Tukuh Cipaku yang tidak akan beranjak pergi sampai mati.
PenggelamanSejarahBudaya
 
Maafkan kami ya Alloh ya robbi, semoga kekhilafan kami ini menjadi cambuk bagi kami untuk bangkit kembali, memulai dari awal lagi, entah dari mana kami harus memulai, namun kami tahu kepada siapa kami harus memohon selain kepada Mu lagi. Kami tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini selain pada diri sendiri karena atas kehendak-Nya lah semua ini bisa terjadi. Semoga dengan peristiwa ini generasi muda kami bisa belajar mencari jati diri, Jatigede yang Abadi bukan Jati yang kasilih ku Junti, bukan Jatidiri yang takut mati mempertahankan Lemah Cai Ibu Pertiwi.
Kabuyutan Cipaku1
Maafkan kami para Leluhur dari berbagai penjuru, seuweu siwi tidak kuasa mempertahankan harga diri, Jati diri lemah cai kabuyutan yang selama ini selalu dihormati. Semoga disisa-sisa energi ini kami tegak berdiri menyongsong esok yang lebih baik dimulai dari harapan dan doa akan kebaikan yang tak pernah berhenti. Mengalun terus menerus ditengah malam yang sepi, menggema ke seluruh negeri, memberikan cahaya penerang dikegelapan malam. Insun Medal, insun madangan, caang dinu poek, calik dinu nangtung, sir budi ciptarasa, sir rasa papan raga, tarima badan kaula, ati kaula, raga taya tangan pangawasa, hanya kepada Mu kami memohon dan hanya kepada Mu pula kami meminta pertolongan.
Ketahui 10 Malaikat Beserta Tugasnya Beratnya
 
#Cipaku #CicingkeunPageuhkeunKukuhkeun
 
Pun sapun kaluluhuran
 
 

SUMEDANG, (PR).- Pemkab Sumedang akan meminta bantuan beras kepada Pemprov Jabar untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan di daerah relokasi warga terdampak pembangunan Waduk Jatigede.

Permintaan bantuan itu dilakukan karena stok beras yang ada di Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang relatif sedikit. Stok itu dikhawatirkan tidak akan cukup untuk menjaga ketahanan pangan di daerah Jatigede.

“Masalah antisipasi rawan pangan di daerah Jatigede menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan hari ini. Masalah ini menjadi fokus perhatian kami. Karena stok beras di kantor Ketahanan Pangan relatif sedikit, kami akan meminta bantuan beras kepada provinsi,” kata Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Senin 9 Mei 2016.

Wabup Eka mengatakan hal itu menanggapi di daerah relokasi warga terdampak Jatigede di Blok Cipondoh, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal dikabarkan terjadi rawan pangan. Akibat kondisi itu, warga terdampak Jatigede diduga terpaksa menjarah palawija di kebun milik warga setempat untuk makan sehari-hari.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Sumedang, Arry Kusnadi mengaku belum mendengar dan mendapatkan laporan warga terdampak Jatigede di Blok Cipondoh, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal mengalami rawan pangan. Laporan itu terutama dari kepala desa dan camat setempat.

Meski demikian, seandainya hal itu terjadi, KKP akan segera membantu menyalurkan beras untuk mengatasi rawan pangan di daerah relokasi tersebut.

“Prosedurnya, kepala desanya harus membuat proposal pengajuan bantuan beras kepada wabup, selanjutnya disampaikan kepada kami. Namun, sebelum beras disalurkan, terlebih dahulu kami akan mengecek ke lapangan untuk memastikan kebenaran terjadi rawan pangan. Seandainya benar, dua hari juga sejak proposal diajukan, bantuan beras bisa dikirim,” ujar Arry.

Sebelumnya, kata dia, tempat relokasi di Blok Cipondoh sempat dikirim bantuan beras sebanyak 12 ton dalam dua kali pengiriman. Bantuan beras tersebut untuk mencegah terjadinya rawan pangan di daerah itu. “Seandainya di Blok Cipondoh saat ini memang terjadi rawan pangan, kepala desanya harus segera mengajukan proposal,” katanya.***

 

 

Advertisements