Tags

, , , , , ,

karyawati-menunjukan-perangko-edisi-gerhana-matahari-total-di-_160223172921-543

Batara Kala dan Gerhana Matahari Total 2016

Jatigede, Dzati Gede, Dzat Yang Paling Besar, merupakan tanaman Yang Maha Kuasa untuk mengingatkan kita semua manusia agar selalu ingat kepada-Nya. Spiritualist dari berbagai penjuru dunia telah mengingatkan akan datangnya suatu peristiwa besar yang akan membalikan kembali kepada asalnya, dalam pewayangan selalu diingatkan untuk selalu Eling/ Sadar dan Waspada selalu ingat akan Purwa Daksina. Purwa artinya Timur atau Wetan atau Wiwitan atau Permulaan sedangkan Daksina artinya Selatan atau Akhiran, dimulai dari Timur dan berakhir di Selatan. Para Ahli Geologi telah mengingatkan mengenai Seismic Gap yang ada di Selatan Pulau Jawa apa lagi kalau bukan Sunda Mega Thrust, Lempeng Mega Tektonik yang memiliki panjang sekitar 5000km membentang dari Burma sampai ke mendekati Australia.
SundaMegaThrust_KeuyeupBodas

Lempeng Sunda Mega Thrust

Sunda Mega Thrust terakhir kali bergerak mengingatkan keberadaannya tepat 2 bulan setelah Surat Penolakan Waduk Jatigede yang dikirim oleh Jendral Solihin GP (Mang Ihin) tidak digubris oleh Pemerintah Indonesia. Surat Penolakan Jatigede dikirim oleh DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan Lingkungan Tatar Sunda) pada tanggal 26 Oktober 2004 setelah Jusuf Kalla melalui Program Listrik 11.000 MW menghidupkan kembali Pembangunan Waduk Jatigede. Sebelumnya Proyek Pembangunan Waduk Jatigede sudah dianggap dihentikan sejak tahun 1998 Suharto tumbang dan Pemerintahan Gusdur serta Megawati memilih untuk tidak melanjutkan. Tepat dua bulan setelah Surat Penolakan Pembangunan Waduk Jatigede yaitu 26 Desember 2004, Lempeng Sunda Mega Thrust aktif untuk pertama kali kembali setelah sekian lama tidak aktif, seluruh dunia gempar dengan adanya Gempa lebih dari 9 SR menimbulkan Tsunami Dashyat yang menerjang ke -10 negara menewaskan lebih dari 200.000 jiwa. Akibat dari bergeraknya Lempeng Sunda Mega Thrust para ahli Geologi diingatkan dengan adanya Lempeng Pasundan yang kemudian muncul ke permukaan.
LempengPasundan

Lempeng Pasundan Muncul Ke Permukaan

Setelah Gempa Aceh tahun 2004 disusul oleh gempa- gempa yang menewaskan dari ratusan sampai ribuan jiwa diantaranya: Gempa Nias Tahun 2005 menewaskan sekitar 1000 jiwa, Gempa Jogjakarta tahun 2006 yang menewaskan lebih dari 6000 Jiwa, Gempa Pangandaran tahun 2006 diikuti Tsunami yang menewaskan lebih dari 600 jiwa, Gempa Padang 2007 dan 2009 yang menewaskan lebih dari 1000 jiwa, Gempa Bengkulu tahun 2007, Gempa Sichuan China tahun 2008 yang menewaskan sekitar 90.000 jiwa, Gempa Chili taun 2010 yang menewaskan 500 jiwa, Gempa Jepang tahun 2011 yang menewaskan 29.000 jiwa diikuti Tsunami dan menghancurkan reaktor nuklir, Gempa Aceh dan Sumatera Utara Tahun 2012 menewaskan 108 jiwa, Gempa Aceh tahun 2013 menwaskan 39 jiwa, Gempa Chilli Tahun 2014, Gempa Nepal Tahun 2015 yang menewaskan lebih dari 8000 jiwa, Gempa Jepang dan Gempa Ekuador baru- baru ini tahun 2016 yang menggemparkan dunia.
13012606_10209133732118947_8650297169256436128_n
Tim Cipaku Code mencoba memahami berbagai rentetan perestiwa yang terjadi di seluruh dunia dan juga pesan- pesan dari Para Leluhur Kabuyutan Cipaku Darmaraja Sumedang yang disampaikan melalui Cacandran atau Uga atau Wangsit sejauh ini kami melihat bahwa Jatigede merupakan suatu Tanda Waktu yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menandai Peristiwa Besar yang akan terjadi. Suatu kebetulan bahwa Proyek Waduk Jatigede dihidupkan kembali oleh Jusuf Kalla dengan nama yang unik mengingatkan kita akan tokoh pewayangan yaitu Batara Kala yang merupakan putra dari Dewa Siwa yang pelebur atau penghancur. Siwa adalah dewa yang bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya. Dewa Siwa dikenal dalam pewayangan sebagai Dewa Guru atau Batara Guru.

batara-guru

Batara Guru
Gerhana

Lembu_Nandini

Lembu Suci Nandini Wahana Batara Guru

Ketika Batara Guru dan istrinya, Dewi Uma terbang menjelajah dunia dengan mengendarai Lembu Andini (Astana Gede Lembu Agung), dalam perjalanannya karena terlena maka Batara Guru bersenggama dengan istrinya di atas kendaraan suci Lembu Andini, sehingga Dewi Uma hamil. Ketika pulang dan sampai di kahyangan Batara Guru kaget dan tersadar atas tindakannya melanggar larangan itu. Seketika itu Batara Guru marah pada dirinya dan Dewi Uma, dia menyumpah-nyumpah bahwa tindakan yang dilakukannya seperti perbuatan Buto (bangsa rakshasa). Karena semua perkataannya mandi (bahasa indonesia: cepat menjadi kenyataan) maka seketika itu juga Dewi Uma yang sedang mengandung menjadi raksasa. Batara Guru kemudian mengusirnya dari kahyangan Jonggringsalaka dan menempati kawasan kahyangan baru yang disebut Gondomayit. Hingga pada akhirnya Dewi Uma yang berubah raksasa itu terkenal dengan sebutan Batari Durga.

  _timthumb-project-code.php

Namun pada perkembangan selanjutnya Batara Kala justru menjadi suami Batari Durga, karena memang di dunia raksasa tidak mengenal norma-norma perkawinan. Batara Kala dan Batari Durga selalu membuat onar marcapada (bumi) karena ingin membalas dendam pada para dewa pimpinan Batara Guru. Karena Hyang Guru kwatir kalau kayangan rusak maka Batara Guru mengakui kalau Kala adalah anaknya. Dalam Legenda dan Mithos Sunda cerita yang diwarnai pernikahan terlarang antara seorang Ibu dan Anak adalah Sasakala Sangkuriang, sang kuring, yang merupakan simbol kerusakan atau hancurnya moral dan etika kemanusiaan sehingga incest dapat terjadi. Menurut Kasepuhan Kabuyutan Cipaku Jatigede adalah Sasakala Sangkuriang dimana Bendungan Jatigede adalah Situ yang disyaratkan harus dibangun dalam satu malam oleh Dahyang Sumbi (Dewi Umang / Dewi Durga) kepada Anaknya Sangkuriang (Batara Kala) yang ingin menikahinya.
dongeng cerita rakyat sangkuriang

Sasaka Sangkuriang Kabeurangan

Dalam ajaran agama Hindu, Kālá (Devanagari: कल) adalah putera Dewa Siwa yang bergi dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya waktu). Dewa Kala sering disimbolkan sebagai rakshasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang Dewa. Dalam filsafat Hindu, Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum karma. Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana, maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya. Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri, maka ia akan dibinasakan oleh Kala. Maka dari itu, wajah Kala sangat menakutkan, bersifat memaksa semua orang. Kālá selain berarti waktu juga berarti hitam, bentuk feminimnya adalah Kālī. Dalam satuan waktu tradisional Hindu, satu kala adalah 144 detik.
Dewata-Nawa-Sanga

Nawa Sanga / Nawa Dewata / Mandala Sunda

Sesuatu yang unik dengan Proyek Waduk Jatigede ini dibangun di Kabuyutan yang memiliki nama- nama yang erat dengan dunia pewayangan yaitu Aji Putih dalam tatanan Papat Kalima Pancer Sewaka Darma Kabuyutan Ciburuy Garut, simbol putih adalah Mandala Putih Sunda yang dijaga oleh Dewa Iswara. Dewa Iswara dikenal juga dengan Batara Guru atau Dewa Siwa. Ia juga dikenal dengan berbagai nama seperti Sang Hyang Manikmaya, Sang Hyang Caturbuja, Sang Hyang Otipati, Sang Hyang Jagadnata, Nilakanta, Trinetra, dan Girinata. Batara Guru memiliki seorang istri yaitu Dewi Uma atau juga Dewi Durga dan memiliki 8 orang putra yaitu Batara Sambu, Batara Brahma, Batara Indra, Batara Bayu, Batara Wisnu, Batara Ganesha/ Gajah, BATARA KALA , dan Hanoman. Batara Guru memiliki wahana atau kendaraan bernama Lembu Nandini.
 Situs Astana Gede Lembu Agung Kabuyutan Cipaku Hampir Tenggelam
Nandini (Sanskerta: नन्‍दिनी, “yang menyenangkan”) adalah seekor lembu betina. Lembu ini dipakai sebagai wahana (kendaraan) Batara Guru. Lembu Nandini dikenal mempunyai sifat tak kenal takut. Nandini juga melambangkan sebagai lembu kekayaan, milik Bagawan Wasista, konon terlahir dari Surabhi, sang lembu kemakmuran yang muncul ketika SAMUDRA DIADUK pada proses PENCIPTAAN ALAM SEMESTA. Nama lain Nandini yang dikenal di Indonesia adalah (H)Andini. Nama Nandini umum dipakai untuk nama perempuan di India dengan harapan agar yang diberi nama akan menjadi kuat. Namanya juga sering digunakan sebagai nama anak perempuan di dalam suku Jawa. Nama “Andini” yang dipakai di suku Jawa mempunyai arti yaitu “penurut”. Figur lembu Nandini banyak dijadikan arca pada percandian Hindu di Jawa, terutama dari periode MEDANG MATARAM, khususnya pada percandian yang memuja Batara Guru.
img_0381

Situs Batara Guru Aji Putih Leuweung Larangan Cipeueut Kabuyutan Cipaku

Nama- nama yang di atas sangat unik bukan dan di Situs Kabuyutan Cipaku juga Situs-2nya memiliki nama- nama yang mirip dari mulai Batara Guru / Iswara / Aji Putih lalu kemudian Ibu Dewi Nawang Wulan apakah Dewi Umang? lalu kemudian ada Astana Gede Lembu Agung apakah yang dimaksud adalah Lembu Nandini Wahananya Batara Guru. Di Darma Raja Sendiri selain Situs Lembu Agung juga ada Situs Gajah Agung apakah Gajah disana maksudnya Ganesha putra dari Batara Guru? Nama SUMEDANG sendiri bukankah unik sekali dimana namanya mirip dengan Periode Hindu di Jawa pada zaman MEDANG MATARAM yang memuja Batara Guru. Dalam kepercayaan masyarakat Sunda seluruh dewa ini tunduk kepada Sanghyang Keresa atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Secara simbolis Tuhan menunjuk Para Dewa ini untuk mengatur alam semesta karena dalam ranah realita tentu Tuhan memerlukan tangan- tangan para Dewa ini untuk menjalankan Panatagama atau Sistem Alam Semesta.
001

007

Situs Batara Guru Aji Putih Kabuyutan Cipaku Saat Ini Sudah Tenggelam 10 Meter

Dalam tata nilai Islam Dewa- dewa ini memiliki kemiripan dengan Malaikat yang diberi tugas oleh Alloh SWT menjalankan sistem alam semesta seperti ada malaikat yang diberi tugas untuk memberi wahyu atau ilmu pengetahuan yaitu Jibril. Jibril dikenal sebagai malaikat yang bertugas menyampaikan pesan- pesan dari Alloh SWT kepada para Nabi dan Rosul lalu kemudian mereka menyampaikan ke seluruh umat manusia agar selalu berbuat baik. Tugas Malaikat Jibril layaknya seorang Guru yang mendidik Para Nabi dan Rosul. Selain Jibril ada malaikat Mikail yang diberi tugas untuk mengatur rezeki, Malaikat Isrofil yang diberi tugas untuk meniup Sangsakala pertanda kiamat, Malaikat Izrail diberi tugas pencabut nyawa, Malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya dalam kubur, Malaikat Raqib yang bertugas mencatat kebaikan, Malaikat Atid yang bertugas mencatat keburukan, Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga, dan Malaikat Malik penjaga pintu neraka. Selain sembilan kelompok malaikat tersebut ada jutaan bahkan milyaran malaikat yang namanya tidak dijelaskan secara definitif dalam Islam. Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan ar-rasul.
bvbb

Malaikat Utama

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.” Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya. Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para nabi dan rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.
nawa-sanga

Nawa Dewata / 9 Dewa Utama

Apakah suatu kebetulan bahwa nama- nama seperti Batara Kala, Lembu Agung, Gajah Agung, Batara Guru Aji Putih dengan berbagai peristiwa yang terjadi pada Bumi kita tercinta ini. Sehingga pesan- pesan Leluhur yang tertuang dalam uga atau cacandran merupakan pesan- pesan dari Yang Maha Kuasa untuk kita tafakuri bersama. Dzati Gede dapat diartikan sebagai Dzat Paling Besar yang ditanam oleh Yang Maha Kuasa untuk menandai suatu peristiwa, peristiwa yang sangat besar yang akan terjadi kepada Bumi tercinta ini. Peristiwa apakah yang akan terjadi kedepan? Berikut ini Video yang disusun oleh LAST MESSAGE CHANNEL tentang peristiwa- peristiwa aneh terjadi di Tahun 2016, mereka merekap videonya dari Bulan Januari – April tahun 2016. https://youtu.be/4-BDLnmPlTQ
Dijelaskan di atas bahwa BATARA KALA yang merupakan Simbol Kehancuran Alam lahir dari proses pernikahan antara Batara Guru dengan Dewi Umang di Wahana yang bernama LEMBU NANDINI. Saat ini Air Waduk Jatigede sudah mendekati SITUS LEMBU AGUNG (Lembu Nandini?) apakah hal tersebut merupakan suatu pertanda akan lahirnya BATARA KALA atau Simbol Waktu dimulainya Kehancuran Alam Semesta? Wallohualam bishawab, mari kita berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam yang menentukan Qodo dan Qodar untuk semuanya. Semua peristiwa yang terjadi di Alam Semesta ini dalam Ketetapan-Nya tertuang dalam buku besar Lauhul Mahfudz milyaran tahun kebelakang. Kita hanyalah Wayang yang diatur oleh Dalang yaitu Tuhan Semesta Alam, Darma Wawayangan wae, Tafakur, Tasyakur, dan Tadzakur.
 Bencana Sedunia
“Eling- eling mangka eling, rumingkang di bumi alam, darma wawayangan wae, bisi kasasar ngalampah, nafsu nu matak kaduhung, badan anu katempuhan”.
Pun Sapun Kaluluhuran.
#UgaJatigede #DzatiGede #AwasSagara #SurianSaksina #BataraGuruAjiPutih #LembuAgung #GajahAgung #Cipaku #DarmaRaja #Medang #Mataram #Sumedang #SumedangLarang #LemahSaganduDigangguBalaiSadunya #BalaiSadunya #JakartaTinggalArtana #BandungKariTunggulna #SumedangNgarangrangan #KadipatenKapapatenan #CirebonKabongbodosan #IndramayuKalalayuan #UjungJayaPamunduran
IMG_20151221_142933
Advertisements