Tome Pires juga mencatat kemajuan pada jaman Sunda Pajajaran, ”The Kingdom of Sunda is justly governed; they are true men”. (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang orang jujur) juga diberitakan bahwa bahwa kegiatan perdagangan Sunda dengan Malaka sampai ke Kepulauan Maladewa(Afrika) dan produksi lada yang mencapai hasil 1000 bahar setahun, bahkan hasil tamarin(asem) cukup untuk mengisi muatan seribu buah kapal dan perdagangan kuda jenis pariaman mencapai 4 ribu ekor setahun. Tome Pires menulis catatan perjalanan itu yang kemudian dibukukan dengan Judul ” The Suma Oriental, Abad ke-16 (terjemahan Armando Cortesao) London, 1944. dari tulisan inilah banyak kita dapatkan informasi menarik ,salah satunya adalah informasi mengenai Kerajaan Pajajaran, ibukota Pakuan dan mengenai Prabu Sri Baduga Maharaja , raja Pajajaran yang terkenal. Pada tahun 1513 Tome Pires menghimpun tulisan keadaan dan kelengkapan kota Pakuan dari pelabuhan Sunda Kelapa: ” The city where the king is most of the yearis the great city of DAYO. The city has well-built houses of palm leaf and wood. They say that the king’s house has`three hundreds and thirty wooden pilars as thick as wine cask, and five fathoms high and beautiful timberwork on the top of the pillars and very well-built house.”

600px-Java-Map

https://ahmadsamantho.wordpress.com/2011/11/19/the-suma-oriental-tome-pires-isles-de-la-sonde-kepulauan-sunda/

Ethos Sunda yang ditulis oleh Tom Pires adalah bahwa pemimpin saat itu adalah pemimpin yang adil dan amanah serta masyarakatnya yang memegang tinggi kejujuran barangkali saat ini JUJUR adalah kata yang sangat sulit diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Memperhatikan Survey Transparansi Internasional yang mengukur Indek Korupsi menunjukan bahwa Nilai- nilai Kejujuran telah tenggelam seiring dengan tenggelamnya Kabuyutan. Pepatah mengatakan Orang Pintar Banyak Orang Jujur Langka! Para pemimpin yang ada dipemerintahan begitu juga wakil rakyat yang diberikan amanah untuk mensejahterakan rakyat nyatanya sangat jauh dari nilai2 Ethos Sunda yaitu salah satunya JUJUR. Para wakil rakyat bahkan tidak malu mempertontonkan Hedonismeu dengan meminta mobil baru sementara kondisi rakyat masih dalam kesusahan. Mereka seharusnya malu terhadap Prabu Siliwangi Surya Kancana yang memilih mundur menjadi raja karena kondisi Pajajaran setelah diserang oleh musuh berada dalam kesulitan.


Berikut ini pesan Prabu Siliwangi Surya Kancana yang dikenal dengan Wangsit Siliwangi, Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang : “Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.” Selengkapnya baca: https://sundanologi.wordpress.com/2014/10/13/uga-wangsit-siliwangi/#more-50

Wangsit Siliwangi menunjukan Darma Raja, Pemimpin yang amanah, yang tidak mau melihat rakyatnya sengsara dan tidak sejahtera. Siliwangi lebih memilih mundur dan kembali menjadi rakyat jelata karena menyadari dirinya telah gagal mempertahankan kedaulatan Pajajaran yang telah hancur diserang oleh musuh. Luar biasa bukan saat ini kita menyaksikan begitu banyak pejabat yang justru malah berebut kursi kepemimpinan, mempertontonkan betapa mereka haus akan kekuasaan, bahkan yang terbukti saja namanya ada dalam daftar Panama Papers tidak mau mengundurkan diri, sementara Negara Maju seperti Islandia malah begitu ketahuan namanya ada dalam list langsung mengundurkan diri.

Untitled-1bpk_panama

#JatigedeJatidiri #UgaJatigede #DarmaRajaTinggalBeja #UjungjayaJadiNagara #WangsitSiliwangi #TomPires #SumaOriental #SuryaKancana

Advertisements