Bendera Tauhid dan Batu Tauhid, Simbol Tauhid Zaman Now dan Zaman Old

IMG_20181204_053734

Peristiwa Pembakaran Bendera Yang Bertuliskan Kalimat Tauhid Telah Memicu Kemarahan Umat Islam dan Puncaknya Acara 212 Dipenuhi Oleh Bendera Tauhid. Bendera Tauhid adalah Simbol Ekspresi Ketauhidan Umat Islam Zaman Now/ Kekinian. Berbeda dengan Zaman Old, Mamang coba mengajak rekan2 semua naik mesin waktu terbang ke Abad ke-7 dimana Eyang Haji Aji Putih Raja Kerajaan Tembong Agung Cicit Ratu Galuh Wretikandayun yang merupakan murid Sayidina Ali sepulang dari Mekah menjalankan Ibadah Haji, beliau membangun Padepokan Bagala Asih Panyipuhan di Kabuyutan Cipaku Darmaraja Sumedang yang saat ini menjadi Bendungan Jatigede. Ekspresi Simbol #Ketauhidan tidak dibuat melalui Bendera bertuliskan tauhid mungkin karena zaman old belum ada sablon dan kain juga relatif terbatas, tapi dibuat melalui Batu Satangtung, Batu Satu, Monolit, yang istilahnya disebut Dat Alif Satunggal, barangkali Eyang Haji Aji Putih meniru apa yang dilakukan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim ketika meletakan Batu Hajar Aswad yang merupakan Batu Satu sebagai penanda dibangunnya Ka’bah sebagai Baytullah.

Continue reading

Advertisements

Pesan Illahiah Dari TMII 1 Suro 1440 H

 

Dahsyat pisan ini pesan Illahiah menurut Mamang, ternyata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dibangun tahun 70an, ketika Presiden Suharto dan Bu Tin masih Lempeng, Ceto, Terang, masih awal kepemimpinan sehingga masih Idealis membangun Bangsa Indonesia, belum menghadapi ujian dari keluarga dan kroninya, maka sudah tepat Jabatan Presiden dibatasi maksimal 2 periode saja. TMII selesai tahun 1975 tepat 2 tahun sebelum kelahiran Titisan Sang Sabdapalon di Tahun 1978.

Continue reading

Pesilat HY Kusumah, Jebolan Padepokan Tajimalela, Memeluk Jokowi Prabowo, Sosok Pemersatu Nusantara

FB_IMG_1535544762858

Sosok viral kali ini yang dengan spontan tiba2 tergerak hati berbalut bendera merah putih memeluk Jokowi dan Prabowo setelah meraih Medali Emas mengalahkan pesilat Vietnam. Setelah searching di Google ternyata Namanya Hanifah Yudani KUSUMAH, Hanif artinya Lurus/ Jelas/ Terang/ Ceto, Yuda artinya Saudara, dan Kusumah artinya Bunga. HY Kusumah merupakan jebolan Padepokan Tajimalela Bandung yang langganan menelurkan Jawara- Jawara Silat di Nusantara. Tahukah siapa Sosok Tajimalela? Tajimalela namanya tertulis dalam Manuscript Cipaku, memiliki nama lain Batara Kusumah atau Wijaya Kusumah, nama lainnya juga Cinde Wulung atau Selendang Hitam, Sosok Tajimalela memiliki dua tokoh, dalam periode sejarah merupakan nama Pendiri Kerajaan Sumedang Larang, Putra dari Prabu Guru Haji Aji Putih yang merupakan pendiri Kabuyutan Cipaku, Haji Purwa Darmaraja yang abad ke-7, pergi naek haji ke tanah suci. Prabu Tajimalela dikenal sebagai sosok yang sakti mandraguna, saciduh metu saucap nyata, apa yang dikatakan itu yang terjadi, tidak ada yang mampu mengalahkan beliau di zamannya.  Beliau berkontemplasi di Gunung Lingga Sumedang dan kemudian mendapatkan wangsit Illahiah melihat cahaya terang benderang lalu mengucap “Insun Medal Madangan Hibar Buana”, Aku Lahir Untuk Menerangi Dunia #CahayaDiri #CahayaPakuningAlam #Cipaku. Kemudian Prabu Tajimalela mendirikan kerajaan Sumedang Larang.

Continue reading